JAKARTA - Kabupaten Banyumas menyelenggarakan kegiatan rukyatul hilal untuk memastikan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Aktivitas ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah hingga organisasi keagamaan. Pelaksanaan observasi bulan dilakukan di Menara Pandang Teratai Purwokerto dengan metode hisab dan rukyat.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas bersama Seksi Bimas Islam, Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD), Tim SAFAC, dan organisasi keagamaan turut ambil bagian. Kegiatan rutin ini bertujuan memberikan kepastian awal bulan hijriah. Para ahli falak dan tim pengamat hilal memantau posisi bulan menggunakan peralatan optik dan teknologi pendukung.
Observasi Hilal Sebagai Agenda Rutin
Rukyatul hilal menjelang awal Ramadan merupakan tradisi ilmiah yang dilaksanakan setiap tahun. Pengamatan dilakukan untuk memastikan posisi bulan sesuai metode astronomi. Proses ini melibatkan koordinasi antara tim teknis dan elemen masyarakat agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Agus Setiawan, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Banyumas, menekankan pentingnya kegiatan ini. Rukyatul hilal bukan sekadar seremonial, tetapi wujud tanggung jawab bersama. Kegiatan ini menghadirkan kepastian dan ketenangan bagi umat Islam dalam menunaikan ibadah puasa.
Pendampingan Teknis oleh Tim SAFAC
Tim SAFAC memberikan dukungan teknis, termasuk kalibrasi alat observasi. Mereka juga memaparkan data astronomi terkait posisi hilal. Pendampingan ini membantu memastikan hasil rukyat sesuai standar ilmiah yang berlaku.
BHRD Kabupaten Banyumas menyampaikan hasil hisab sebagai bahan pertimbangan sidang isbat. Sidang isbat kemudian dilakukan secara nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari sistem penetapan awal Ramadan yang terintegrasi di tingkat pusat.
Pelaporan Hasil Observasi
Hasil pengamatan dari Menara Pandang Teratai diteruskan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Data selanjutnya dikompilasi untuk penetapan awal Ramadan secara nasional. Proses ini memastikan informasi yang akurat sampai ke pemerintah pusat dan masyarakat.
Pelaporan yang sistematis juga mempermudah koordinasi dengan ormas Islam. Setiap temuan ilmiah menjadi dasar untuk keputusan resmi. Sistem ini menunjukkan keterpaduan antara observasi lokal dan keputusan nasional.
Kolaborasi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Kegiatan rukyatul hilal memperkuat sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, dan organisasi keagamaan. Kolaborasi ini menjaga ukhuwah sekaligus memastikan pelayanan keagamaan profesional. Masyarakat Kabupaten Banyumas mendapat jaminan ibadah yang akurat, ilmiah, dan akuntabel berkat koordinasi yang baik.
Selain aspek ilmiah, rukyatul hilal juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat. Kehadiran para ahli falak memberikan pemahaman tentang metode hisab dan rukyat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menentukan awal Ramadan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran keagamaan berbasis sains.
Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa metode hisab dan rukyat dapat berjalan harmonis. Semua pihak yang terlibat memastikan proses pengamatan berlangsung lancar. Hasil rukyat yang akurat memberikan kepastian ibadah bagi seluruh umat Islam di Kabupaten Banyumas.
Kegiatan rutin ini menjadi contoh kolaborasi efektif antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan tim teknis. Dengan sinergi yang kuat, penetapan awal Ramadan berjalan profesional dan terpercaya.
Kabupaten Banyumas pun dapat menghadirkan kepastian ibadah yang berdasar pada metode ilmiah, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.