Dukungan Alat Amfibi Percepat Infrastruktur Barito Utara

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:17:45 WIB
Dukungan Alat Amfibi Percepat Infrastruktur Barito Utara

JAKARTA - Pelaksanaan uji coba dua unit excavator amfibi di DAM Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, menjadi penanda kesiapan daerah dalam memperkuat infrastruktur air. 

Kegiatan ini memperlihatkan upaya konkret untuk menjawab tantangan kerja di wilayah perairan dan lahan basah. Momentum tersebut membuka ruang kolaborasi lintas pihak agar manfaat alat benar-benar dirasakan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan uji coba dua unit excavator amfibi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Utara di DAM Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Jumat. 

Menurut H. Tajeri, pengadaan dan pengoperasian alat berat tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor sumber daya air, irigasi, dan pertanian. Ia menilai kehadiran teknologi tepat guna dapat mempercepat pekerjaan yang selama ini terhambat kondisi medan.

Percepatan Infrastruktur Sumber Daya Air

“Kami di DPRD Barito Utara mendukung penuh pengadaan excavator amfibi ini. Alat ini sangat dibutuhkan untuk menangani pekerjaan di wilayah perairan dan lahan basah yang selama ini sulit dijangkau alat berat biasa,” ujar H. Tajeri. 

Pernyataan ini menegaskan kebutuhan alat khusus untuk medan yang tidak ramah bagi peralatan konvensional. Dukungan kelembagaan menjadi fondasi agar pemanfaatan alat berjalan konsisten.

Ia menilai, keberadaan excavator amfibi akan sangat membantu dalam pemeliharaan dan pembangunan irigasi, DAM, bendung, serta normalisasi saluran air, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. 

Pandangan tersebut menggarisbawahi kaitan langsung antara infrastruktur air dan hasil pertanian. Perawatan berkala pada infrastruktur dinilai krusial untuk menjaga fungsi jangka panjang.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Barito Utara yang perlu mendapat dukungan sarana dan prasarana memadai. Dukungan alat kerja yang sesuai medan menjadi bagian dari penguatan kapasitas daerah. Arah kebijakan yang berpihak pada kebutuhan lapangan dinilai akan mempercepat dampak positif.

Dampak bagi Produktivitas Pertanian

“Jika sistem pengairan berjalan baik, maka hasil pertanian juga akan meningkat. Dampaknya tentu pada peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah,” tegasnya. Pernyataan ini mengaitkan kualitas irigasi dengan kesejahteraan petani. Ketahanan pangan daerah dipandang sebagai tujuan strategis yang perlu dijaga.

Keberfungsian saluran air menentukan ritme tanam dan panen di berbagai wilayah. Dengan alat yang mampu bekerja di lahan basah, hambatan teknis dapat diminimalkan. Efisiensi pengerjaan diharapkan berdampak pada stabilitas produksi.

Pemeliharaan DAM dan bendung juga berperan menjaga ketersediaan air sepanjang musim. Normalisasi saluran air membantu mencegah sedimentasi yang mengganggu aliran. Rantai manfaat ini memperlihatkan hubungan hulu-hilir yang saling menguatkan.

Optimalisasi Operasional dan Perawatan

H. Tajeri juga mendorong agar Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air dapat mengoptimalkan pemanfaatan alat tersebut serta memastikan perawatan rutin agar usia pakai dan kinerjanya tetap maksimal. Dorongan ini menekankan pentingnya tata kelola operasional yang berkelanjutan. Perawatan terjadwal dinilai menentukan efektivitas jangka panjang.

Pengelolaan aset daerah memerlukan standar operasional yang jelas. Pelatihan operator menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan kerja. Dengan prosedur yang rapi, risiko kerusakan dapat ditekan.

Optimalisasi pemanfaatan alat juga menuntut perencanaan pekerjaan yang terukur. Penjadwalan proyek perlu menyesuaikan prioritas wilayah rawan. Sinkronisasi lintas unit kerja mempercepat pencapaian target.

Manfaat Tambahan untuk Drainase Perkotaan

Selain itu, ia menambahkan bahwa excavator amfibi juga berpotensi dimanfaatkan untuk penanganan drainase perkotaan guna mengurangi risiko genangan dan banjir. Pemanfaatan lintas fungsi memperluas dampak alat di luar sektor pertanian. Penanganan drainase yang tepat waktu membantu menjaga kualitas lingkungan permukiman.

Pengerukan saluran perkotaan kerap terkendala akses dan kedalaman air. Dengan alat amfibi, pekerjaan di titik sulit menjadi lebih memungkinkan. Pencegahan genangan berdampak pada kesehatan lingkungan warga.

Integrasi program drainase dengan pemeliharaan sungai kecil memperkuat ketahanan wilayah terhadap curah hujan tinggi. Penanganan terpadu membantu mengurangi beban infrastruktur saat musim hujan. Kesiapsiagaan operasional menjadi kunci keberhasilan.

Komitmen Pengawalan Program Infrastruktur

“DPRD siap mengawal dan mendukung program-program infrastruktur yang berdampak langsung pada kepentingan masyarakat. Semoga alat ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kemajuan Barito Utara,” pungkas H. Tajeri. 

Komitmen pengawalan menegaskan peran legislatif dalam memastikan program tepat sasaran. Dukungan politik memperkuat keberlanjutan kebijakan.

Pengawasan implementasi diperlukan agar hasil sesuai tujuan. Evaluasi berkala memberi ruang perbaikan jika muncul kendala. Transparansi pelaksanaan meningkatkan kepercayaan publik.

Sinergi antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan menjadi fondasi keberhasilan. Dengan alat yang tepat, medan sulit tidak lagi menjadi penghalang utama. Dampak nyata diharapkan hadir melalui kerja konsisten dan terukur.

Terkini

Promo KPR Kompetitif Bikin Pasar Properti Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

KPR Subsidi BTN Dorong Kepemilikan Rumah

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Komitmen Regulasi Perkuat Industri Asuransi Jiwa

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Edukasi Keuangan Dorong Akses Layanan BRI

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Inisiatif Hijau BNI Perkuat Budaya Berkelanjutan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB