Bisnis Strategis Jadi Fokus Investasi Jangka Panjang

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:17:46 WIB
Bisnis Strategis Jadi Fokus Investasi Jangka Panjang

JAKARTA - Masuknya kembali sebuah konglomerasi besar ke sektor media menarik perhatian pelaku pasar global. 

Langkah ini terjadi setelah beberapa tahun perusahaan tersebut menjauh dari bisnis surat kabar. Perubahan arah investasi ini memberi sinyal kepercayaan terhadap transformasi digital industri media.

Pengumuman investasi baru di The New York Times langsung memicu reaksi pasar yang cepat. Saham New York Times melonjak 4% ke level US$76,99 dalam perdagangan setelah jam bursa. Lonjakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek perusahaan media tersebut.

Berkshire menyebutkan kepemilikan sekitar 5,07 juta saham New York Times senilai US$ 351,7 juta per akhir 2025. Laporan itu merinci portofolio saham perusahaan yang tercatat di bursa AS hingga 31 Desember. Informasi ini memperlihatkan skala komitmen investasi yang cukup signifikan.

Perubahan Portofolio Saham Teknologi

Pada kuartal keempat, Berkshire memangkas 4% kepemilikannya di Apple. Apple tetap menjadi investasi ekuitas terbesar dengan nilai sekitar US$ 62 miliar. Penyesuaian ini menunjukkan langkah penyeimbangan portofolio di sektor teknologi.

Selain Apple, perusahaan juga melepas 77% dari 10 juta sahamnya di Amazon. Langkah tersebut menandai pergeseran fokus investasi pada saham-saham teknologi besar. Perubahan ini mencerminkan evaluasi ulang terhadap valuasi dan prospek pertumbuhan sektor tersebut.

Kombinasi pengurangan saham teknologi dan penambahan saham media memperlihatkan dinamika strategi investasi. Pergeseran ini menunjukkan upaya mengelola risiko dan peluang di tengah perubahan kondisi pasar. Investor menilai langkah ini sebagai sinyal adaptasi terhadap tren industri.

Transisi Kepemimpinan di Berkshire

Kuartal tersebut menjadi penutup kepemimpinan 60 tahun Warren Buffett di Berkshire. Sejak 1 Januari, posisi CEO resmi dipegang oleh Greg Abel, sementara Buffett tetap menjabat sebagai chairman. Transisi ini menandai era baru dalam pengelolaan konglomerasi tersebut.

Dokumen perusahaan tidak menjelaskan apakah keputusan investasi terbaru diarahkan oleh Buffett, Abel, atau manajer portofolio Ted Weschler. Ketidakjelasan ini menambah perhatian pasar terhadap proses pengambilan keputusan internal. Perubahan struktur kepemimpinan kerap memengaruhi persepsi investor terhadap arah strategi.

Manajer investasi lainnya, Todd Combs, meninggalkan perusahaan pada Desember untuk bergabung dengan JPMorgan Chase. Perpindahan ini turut menjadi bagian dari dinamika internal perusahaan. Kondisi tersebut memperlihatkan fase penyesuaian sumber daya manusia di level manajemen investasi.

Rekam Jejak Berkshire di Media

Secara historis, saham perusahaan yang dibeli Berkshire sering kali menguat karena dianggap mendapat “stempel persetujuan” dari Buffett. Namun, belum jelas apakah efek serupa akan berlanjut di bawah kepemimpinan Abel. Pasar akan mencermati konsistensi dampak reputasi tersebut ke depan.

Buffett memiliki sejarah panjang dengan industri media. Ia pernah menjadi pengantar koran saat remaja dan selama bertahun-tahun membela prospek industri surat kabar. Keterkaitan emosional dan historis ini membentuk pandangan jangka panjang terhadap bisnis media.

Namun pada 2020, Berkshire menjual bisnis surat kabarnya, termasuk Omaha World-Herald, kepada Lee Enterprises senilai US$ 140 juta. Keputusan tersebut menandai perubahan sikap terhadap media cetak tradisional. Langkah masuk kembali ke sektor media kini dipandang sebagai penyesuaian terhadap era digital.

Arah Strategi Investasi ke Depan

Dalam pertemuan pemegang saham 2018, Buffett menyebut hanya beberapa media seperti New York Times, Wall Street Journal, dan mungkin Washington Post yang memiliki model digital cukup kuat. 

Pandangan tersebut menyoroti pentingnya transformasi digital dalam menjaga keberlanjutan bisnis media. Pernyataan ini kini terasa relevan dengan keputusan investasi terbaru.

Washington Post, yang dimiliki pendiri Amazon, Jeff Bezos, belakangan menghadapi tantangan besar. Perusahaan tersebut baru-baru ini memangkas sekitar sepertiga karyawannya. Kondisi ini memperlihatkan tekanan struktural yang masih dihadapi industri media.

Selain investasi di media, Berkshire juga menambah kepemilikan di Chevron dan Chubb. Perusahaan mengurangi saham Aon dan Bank of America sebagai bagian dari penyesuaian portofolio. Perubahan ini mencerminkan upaya menyeimbangkan eksposur di berbagai sektor.

Laporan tahunan perusahaan dan surat pertama Greg Abel kepada pemegang saham dijadwalkan rilis pada 28 Februari. Publik menantikan gambaran lebih jelas mengenai arah strategi investasi ke depan. Dokumen tersebut diharapkan memberi sinyal kebijakan baru di era kepemimpinan Abel.

Selama lebih dari satu tahun terakhir, Berkshire tercatat tidak melakukan pembelian kembali saham. Dalam satu dekade terakhir, perusahaan juga tidak melakukan akuisisi besar. Banyak analis menilai perusahaan bersikap hati-hati terhadap valuasi pasar.

Di luar portofolio saham, Berkshire memiliki puluhan bisnis besar. Unit usahanya mencakup jaringan kereta api BNSF, asuransi mobil Geico, perusahaan energi dan manufaktur, serta merek ritel seperti Brooks, Dairy Queen, Fruit of the Loom, dan See’s Candies. Diversifikasi ini menjadi fondasi stabilitas jangka panjang perusahaan.

Masuknya kembali Berkshire ke sektor media lewat New York Times kini menjadi sorotan luas. Langkah ini terjadi di tengah perubahan besar dalam kepemimpinan dan strategi investasi perusahaan. Perkembangan ini akan terus dipantau sebagai indikator arah baru konglomerasi tersebut.

Terkini

Promo KPR Kompetitif Bikin Pasar Properti Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

KPR Subsidi BTN Dorong Kepemilikan Rumah

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Komitmen Regulasi Perkuat Industri Asuransi Jiwa

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Edukasi Keuangan Dorong Akses Layanan BRI

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Inisiatif Hijau BNI Perkuat Budaya Berkelanjutan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB